▴Jasa Pembuatan Website murah▴ - Spiderwoman dari Grobogan Raih Medali Emas Asian Games 2018
- Dijual Mahal, Samsung Galaxy Note 8 Lebih Laku dari Galaxy S8
- Ahli Kejiwaan Sebut Marshanda Keterlaluan
- 5 Buah Penangkal Racun dalam Tubuh
- ROBOT Kecil Cikal Bakal Transformer
- Apple iWatch Bakal Dirilis Bulan Depan
- Pentax Q-S1 Kamera Mirorless Style Retro
- Risma Akan Tolak Tawaran Jadi Menteri
- Jokowi janji mati-matian bela Palestina
- Gereja Tampung Pengungsi Muslim Palestina
Perusahaan Besar Sharp Tak Lagi Produksi TV?
Berita Terkait
- Bos Yahoo Bajak 2 Karyawan Google0
- Cokelat Hitam Turunkan Tekanan Darah0
- Soto Betawi H. Husein sangat enak sekali0
- Nikmatnya Bubur Ayam Cikini0
- Effendi Ghazali: Putaran Kedua Pilkada DKI Ketat0
- Tuntut THR, Ratusan Pekerja Transjakarta Mogok0
- Orang Beriman Kondisi Fisik n Mentalnya Lebih Sehat0
- 4 Alasan Kenapa Memaafkan Penting Bagi Kesehatan0
- "Expendables 2" Impian Jean Claude Van Damme0
- Nyanyikan Anti Putin, Personel Pussy Riot Dibui0
Berita Populer
- Jokowi janji mati-matian bela Palestina
- Usai China, Indonesia Tuan Rumah Miss World 2013
- Marvel Umumkan Jadwal Rilis "The Avengers 2"
- Astagfirullah, Festival Wine Digelar di Halaman Masjid
- Risma Akan Tolak Tawaran Jadi Menteri
- Makanan Penyumbang KegemukaN
- 4 Teknologi yang Bakal Bertahan Sampai 2030
- Cokelat Hitam Turunkan Tekanan Darah
- Fatima Nabil, Presenter TV Berjilbab Pertama di Mesir
- "Expendables 2" Impian Jean Claude Van Damme

Tokyo - Sharp kabarnya mempertimbangkan untuk lebih fokus memproduksi panel LCD (liquid crsytal display) sehingga perlu menjual sejumlah unit bisnisnya. Perusahaan asal Jepang ini berencana untuk tak lagi merakit TV.
Sharp seperti dilaporkan surat kabar setempat Nikkei, disebut-sebut akan melepas unit bisnis mesin fotokopi dan pendingin ruangan (AC) agar lebih fokus dalam persaingan pasar LCD.
Namun seperti dilansir Reuters dan dikutip detikINET, Sabtu (18/8/2012), Sharp melalui juru bicaranya menolak laporan tersebut. "Kami mempelajari berbagai pengukuran, namun tidak ada fakta yang mendukung laporan surat kabar Nikke mengenai kemungkinan penjualan operasional utama Sharp," ujar juru bicara tersebut.
Performa perusahaan elektronik ini memang tidak menggembirakan awal bulan ini, dengan harga saham yang merosot pada titik terendahnya dalam 40 tahun terakhir.
Nikkei menyebutkan, sebagai bagian dari upaya pemulihan, Sharp juga akan melakukan spinoff pabriknya di pusat Jepang, yang membuat panel LCD untuk smartphone dan tablet, termasuk untuk komponen iPhone dan iPad Apple.
"Sharp mungkin saja menerima suntikan investasi dari pabrikan lain dan menjalankan operasional pabrik bersama-sama, seperti yang dilakukan Hon Hai roPrecision asal Taiwan di pabrik Sakai yang berlokasi di prefecture Osaka," tulis Nikkei.
Saham Sharp turun 1,14% menjadi 173 yen pada penutupan perdagangan Jumat.









