▴Jasa Pembuatan Website murah▴ - Spiderwoman dari Grobogan Raih Medali Emas Asian Games 2018
- Dijual Mahal, Samsung Galaxy Note 8 Lebih Laku dari Galaxy S8
- Ahli Kejiwaan Sebut Marshanda Keterlaluan
- 5 Buah Penangkal Racun dalam Tubuh
- ROBOT Kecil Cikal Bakal Transformer
- Apple iWatch Bakal Dirilis Bulan Depan
- Pentax Q-S1 Kamera Mirorless Style Retro
- Risma Akan Tolak Tawaran Jadi Menteri
- Jokowi janji mati-matian bela Palestina
- Gereja Tampung Pengungsi Muslim Palestina
Inggris Bela Serangan Roket Hamas
Berita Terkait
- Fatima Nabil, Presenter TV Berjilbab Pertama di Mesir0
- Usai China, Indonesia Tuan Rumah Miss World 20130
Berita Populer
- Jokowi janji mati-matian bela Palestina
- Usai China, Indonesia Tuan Rumah Miss World 2013
- Marvel Umumkan Jadwal Rilis "The Avengers 2"
- Astagfirullah, Festival Wine Digelar di Halaman Masjid
- Risma Akan Tolak Tawaran Jadi Menteri
- Makanan Penyumbang KegemukaN
- 4 Teknologi yang Bakal Bertahan Sampai 2030
- Cokelat Hitam Turunkan Tekanan Darah
- Fatima Nabil, Presenter TV Berjilbab Pertama di Mesir
- "Expendables 2" Impian Jean Claude Van Damme

LONDON - Seorang anggota Parlemen Inggris membela serangan roket yang dilesakkan oleh Hamas ke arah Israel. Namun pembelaannya itu diganjar dengan sanksi indisipliner terhadapnya.
Anggota Parlemen Inggris dari Partai Liberal Demokrat, David Ward, lewat akun Twitter miliknya menulis pernyataan yang membela serangan roket dari Hamas.
"The big question is - if I lived in #Gaza would I fire a rocket? - probably yes. 'Pertanyaan besar saat ini, apabila saya tinggal di #Gaza apakah saya akan menembakkan roket? mungkin saja iya'," tulis Ward dalam akun pribadinya, seperti dikutip The Guardian, Rabu (23/7/2014).
Pihak Partai Liberal Demokrat pun langsung melontarkan kecaman atas tulisan dari Ward. Juru bicara partai mengatakan bahwa pihak partainya akan menerapkan sanksi terhadap Ward.
Sementara pihak Partai Konservatif yang menguasai koalisi pemerintahan bersama Liberal Demokrat menyatakan Ward harus menarik komentarnya.
"Tidak seharusnya seorang anggota parlemen menulis tindakan yang memicu kekerasan. Tindakannya tidak bertanggung jawab," ucap pihak Konservatif.
Ini bukan pertama kalinya Ward mengecam tindakan Israel. Pada Juli 2013 lalu, Ward menyebut pihak Zionis diambang kekalahan dalam perang. Dirinya pun mempertanyakan sampai kapan negara apartheid seperti Israel bisa bertahan.









